Bukit Bundelan Ngawen, Gunungkidul Dipenuhi Kabut Asap

Sunday , 25, August 2019 Comments Off on Bukit Bundelan Ngawen, Gunungkidul Dipenuhi Kabut Asap

Warga Desa Beji, Kecamatan Ngawen dikagetkan dengan kemunculan asap tebal yang muncul di daerah pegunungan dan hutan pada Sabtu 24 Oktober 2015 lalu. Kabut asap yang cukup tebal tersebut diduga merupakan kiriman dari daerah Gunung Lawu yang terbawa angin hingga wilayah Gunungkidul.

Warga Desa Beji, Kecamatan Ngawen di wilayah Gunungkidul bab utara dan berbatasan dengan Klaten, Jawa Tengah mulai mencicipi kabut asap pengaruh dari kebakaran hutan di Gunung Lawu.

 Kecamatan Ngawen dikagetkan dengan kemunculan asap tebal yang muncul di daerah pegununga Bukit Bundelan Ngawen, Gunungkidul DiPenuhi Kabut Asap

Kabut Asap Kiriman Dari Gunung Lawu

Awalnya warga mengira kabut tipis tersebut merupakan awan biasa yang sering muncul di pegunungan. Namun menjelang siang, kabut semakin tebal dan pekat.

Bahkan untuk memastikan apakah kabut yang menutupi daerah pegunungan dan hutan, beberapa warga melaksanakan pengamatan dari Bukit Bundelan.

Hasilnya memang kabut yang menyelimuti merupakan asap tebal yang muncul dari arah timur. Memang asap sudah hingga di wilayah Beji, tetapi itu posisinya di atas. Asap yang membumbung tinggi ke angkasa tersebut terbawa angin yang bertiup ke arah barat hingga jadinya hingga di wilayah Gunungkidul.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Tony Agus Wijaya menerangkan, kabut asap yang dirasakan warga di wilayah Gunungkidul bab utara itu dapat saja terjadi alasannya yakni ketika animo pancaroba arah angin cenderung berubah-ubah. Sehingga sangat memungkinkan kabut asap dari kebakaran hutan Gunung Lawu terbawa angin hingga ke Gunungkidul.Saat animo pancaroba referensi angin belum lebih banyak didominasi ke satu arah.

Tony menyampaikan, ketika animo kemarau, arah angin biasa dari arah Timur ke Barat. Sedangkan, ketika animo penghujan arah angin dari Barat ke Timur. Pun begitu, alasannya yakni faktor geografis, adakala ketika kemarau atau pun penghujan di wilayah DIY arah angin sering berubah-ubah.