Goa Sigolo-Golo – Giriasih, Kec. Purwosari Di Gunung Kidul Jogja

Monday , 15, July 2019 Comments Off on Goa Sigolo-Golo – Giriasih, Kec. Purwosari Di Gunung Kidul Jogja

Selain populer dengan wisata pantainya, Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta juga populer dengan wisata berupa goa alami. Goa yang terdapat di Gunung Kidul ini ada lebih dari 60 an goa. Apa ? Ya, kami sendiri sedikit heran kenapa sanggup terbentuk goa yang demikian banyak dalam satu wilayah kabupaten.

Setelah mencari gosip di beberapa website, kesannya kami menemukan sedikit jawaban. Keberadaan goa alami yang ada di Gunung Kidul tidak sanggup dilepaskan dari keberadaan daerah karst di kabupaten tersebut.

Karst yaitu sebuah bentuk permukaan bumi yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibuat terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan watu gamping. Daerah karst terbentuk oleh pelarutan batuan terjadi di litologi lain, terutama batuan karbonat lain contohnya dolomit, dalam evaporit menyerupai halnya gips dan halite, dalam silika menyerupai halnya batupasir dan kuarsa, dan di basalt dan granit dimana ada bab yang kondisinya cenderung terbentuk gua (favourable).

 Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta juga populer dengan wisata berupa goa alami Goa Sigolo-golo – Giriasih, Kec. Purwosari Di Gunung Kidul Jogja

Goa Sigolo-golo Purwosari Gunungkidul

Salah satu Goa di gunung kidul yang masih belum tereksplore adalah�Goa Sigolo-golo – Giriasih, Kec. Purwosari Di Gunung Kidul Jogja. Goa ini memiliki mata air yang dimanfaatkan oleh warga sekitar saat demam isu kemarau tiba.

Pada bulan-bulan tertentu dan seusai panen, warga biasa mengadakan syukuran di Gua Sigolo-golo yang bermata air keramat sebagai tanda terima kasih atas berkah selama demam isu tanam. Selain itu berlimpahnya air di demam isu penghujan pertanda waduk-waduk yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat akan terisi penuh dan kemungkinan terbesarnya yaitu panen akan berhasil.

Berlimpahnya air hujan juga pertanda bahwa warga Giriasih tidak perlu lagi bersusah payah mengambil air di Gua Pego, alasannya yaitu air higienis telah tersedia di bak-bak penampungan. Namun jikalau hujan tak kunjung tiba dan kemarau mengerontangkan waduk-waduk serta kolam penampungan, air kembali menjadi sesuatu yang amat berharga di tempat ini laksana sebuah permata.