Inilah Daftar Rincian Ump 2016 Di 16 Provinsi

Sunday , 28, July 2019 Comments Off on Inilah Daftar Rincian Ump 2016 Di 16 Provinsi

Sebanyak 16 provinsi telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2016. Tercatat 15 provinsi menaikkan UMP, sedangkan 1 provinsi ialah Jawa Barat untuk pertama kalinya menetapkan UMP sesudah mangkir 5 tahun. Kenaikan upah pada tahun depan dari 16 provinsi tersebut bervariasi, ialah antara 6,7-17,2 persen dibandingkan UMP 2015.

Kasi Syarat Kerja dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Beltim, Dony Dolay memperkirakan upah minimum provinsi (UMP Babel) 2016 bakal naik sekitar 11,5 persen. Hal ini didapat dari perhitungan rumusan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan.

 provinsi telah menetapkan upah minimum provinsi  Inilah Daftar Rincian UMP 2016 di 16 Provinsi

Dalam hukum tersebut dijelaskan bahwa upah minimum selanjutnya sama dengan upah minimum ketika ini ditambah dalam kurung upah minimum ketika ini dikalikan inflasi ditambah persentase pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Sebelumnya, elemen pengusaha dan buruh sama-sama mendapatkan hasil rapat Dewan Pengupahan DKI Jakarta ihwal besaran UMP tahun 2016 sebesar Rp 3,1 juta. Hasil pembahasan telah diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Jumat (30/10/2015).

Saat rapat Dewan Pengupahan, unsur pengusaha mengajukan angka Rp 3.010.500 menurut penetapan angka kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar Rp 2.980.000. Unsur buruh pada awalnya mengajukan angka Rp 3.344.222 dengan format lama, ialah KHL ditambah inflasi dan pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Berdasarkan peraturan pemerintah yang gres ihwal pengupahan, unsur buruh merevisi ajuan UMP menjadi Rp 3.133.470. Akhirnya unsur pemerintah, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, mengajukan angka Rp 3.100.000.

Daftar UMP 2016 di 16 ProvinsiDKI Jakarta, naik Rp 400.000 atau 14,5 persen dari Rp 2.700.000 pada 2015 menjadi Rp 3.100.000 pada 2016.Gorontalo, naik Rp 275.000 dari Rp 1.600.000 pada 2015 menjadi Rp 1.875.000 pada 2016.Papua, naik Rp 257.770 atau 11,5 persen dari Rp 2.193.000 pada 2015 menjadi Rp 2.450.770 pada 2016.Sulawesi Utara, naik Rp 250.000 atau 11,5 persen dari Rp 2.150.000 pada 2015 menjadi Rp 2.400.000 pada 2016.Sulawesi Selatan, naik Rp 230.000 atau naik 11,5 persen dari Rp 2.000.000 pada 2015 menjadi Rp 2.230.000 pada 2016.Kepulauan Riau, naik Rp 224.170 atau 11,5 persen dari Rp 1.954.000 pada 2015 menjadi Rp 2.178.170 pada 2016.Aceh, naik Rp 218.500 atau 11,5 persen dari Rp 1.900.000 pada 2015 menjadi Rp 2.118.500 pada 2016.Sulawesi Barat, naik Rp 208.500 atau 12,6 persen dari Rp 1.655.500 pada 2015 menjadi Rp 1.864.000 pada 2016.Sumatera Utara, naik Rp 186.875 atau 11,5 persen dari Rp 1.625.000 pada 2015 menjadi Rp 1.811.875 pada 2016.Sulawesi Tengah, naik Rp 170.000 atau 11,3 persen dari Rp 1.500.000 pada 2015 menjadi Rp 1.670.000 pada 2016.Papua Barat, naik Rp 165.000 atau 8,2 persen dari Rp 2.015.000 pada 2015 menjadi Rp 2.180.000 pada 2016.Kalimantang Tengah, naik Rp 161.191 atau 8,5 persen dari Rp 1.896.357 pada 2015 menjadi Rp 2.057.558 pada 2016.Nusa Tenggara Barat, naik Rp 152.950 atau 11,5 persen dari Rp 1.330.000 pada 2015 menjadi Rp 1.482.950 pada 2016.Sulawesi Tenggara, naik Rp 148.000 atau 9 persen dari Rp 1.652.000 pada 2015 menjadi Rp 1.800.000 pada 2016.Kalimantan Timur, naik Rp 135.253 atau 6,7 persen dari Rp 2.026.000 pada 2015 menjadi Rp 2.161.253 pada 2016.Jawa Barat, menetapkan UMP sebesar Rp 1.312.355 pada 2016 sesudah sebelumnya pada 2015 tidak menetapkan UMP namun hanya menetapkan upah minimum kabupaten (UMK) pada 2015.

Tags: