Kualitas Udara Membaik, Status Darurat Asap Riau Dicabut

Saturday , 10, August 2019 Comments Off on Kualitas Udara Membaik, Status Darurat Asap Riau Dicabut

Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau mencabut status darurat pencemaran udara akhir asap kebakaran hutan yang terjadi di wilayah itu. Kepala Badan Lingkungan Hidup Riau Yulwirawati Moesa menyampaikan status tersebut dicabut sesudah indeks standar pencemaran udara berada pada level sehat.

Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau mencabut status darurat pencemaran udara akhir asap  Kualitas Udara Membaik, Status Darurat Asap Riau Dicabut

Perubahan kualitas udara itu terjadi karena Riau diguyur hujan semenjak lima hari terakhir. Seiring dengan perubahan itu jarak pandang juga semakin jauh. Misalnya saja di Pekanbaru jarak pandang mencapai radius 5.000 meter, di Rengat 5.000 meter, di Pelalawan 3.000 meter, dan di Dumai 8.000 meter. Selain itu, pergerakan angin dari selatan ke utara telah berubah sehingga asap kiriman dari Sumatera Selatan dan Jambi berkurang.

Yulwirawati menyampaikan status darurat masih dipertahankan untuk kebakaran hutan dan lahan. Dia mengaku tetap waspada dengan kondisi tersebut alasannya yaitu cuaca panas berpotensi kembali melanda Riau dikala memasuki Februari 2016.

Yulwirawati menyampaikan pemerintah Riau sudah mempersiapkan beberapa langkah antisipasi ibarat mempercepat pembangunan sekat terusan di wilayah rawan kebakaran hutan terutama di kawasan yang mempunyai lahan gambut. Saat ini, sudah ada 3.354 sekat terusan di 1.105 embung dibangun baik di lahan perusahaan maupun di lahan masyarakat untuk menjaga kadar air di lahan gambut tetap berair dan tidak gampang terbakar.

Dinas kesehatan Provinsi Riau, mencatat korban terpapar akhir asap telah mencapai 81.514 orang untuk banyak sekali macam penyakit. Korban sebanyak 97.139 orang itu berasal data per 30 Oktober 2015 dengan rincian penderita nanah saluran pernafasan akut (ISPA) 81.514 orang, pneumonia 1.305 orang, asma 3.744 orang, iritasi mata 4.677 orang, iritasi kulit 5.899 orang.

Data tersebut dihimpun dari puskesmas, posko kesehatan tetap di delapan titik di Pekanbaru, pos kesehatan bergerak dan pos kesehatan di Riau. Kelompok rentan gangguan kesehatan antara lain lansia, ibu hamil, ibu melahirkan, balita para penderita jantung, hipertensi, asam yang terpicu asap sering mengunjungi pos kesehatan.

Menteri Sosial juga meminta pemerintah Riau biar perlu sosialisasi terus menerus perihal indeks standar indeks standar pencemaran udara (ISPU) dimasing-masing wilayah, sehingga penanganan dikala asap telah berada di level berbahaya dapat disiagakan termasuk proses evakuasi.