Meski Belum Turun Hujan, Warga Gunungkidul Ngawu-Awu

Friday , 30, August 2019 Comments Off on Meski Belum Turun Hujan, Warga Gunungkidul Ngawu-Awu

Meskipun bahaya gagal tumbuh tinggi, hampir seluruh petani wilayah selatan Gunungkidul sudah mulai� menabur benih sebelum� trend penghujan atau terkenal disebut ‘ngawu-awu’. Bahkan di Kecamatan Girisubo dan Rongkop sudah lebih 80 persen lahan simpulan ditebari benih.

Di Kecamatan Rongkop sudah sekitar 90 persen lahan pertanian ditaburi benih. Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Tepus, Kecamatan Tanjungsari, Kecamatan Saptosari, Kecamatan Panggang dan Kecamatan Purwosari. Hanya presentase lahan yang sudah ditanami� benih luasnya� berbeda-beda.

Di Kecamatan Tepus, berdasarkan Camat Sukamto SIP, gres sekitar 20 persen. Di Kecamatan Tanjungsari , berdasarkan Camat Drs Witanto gres 10 persen. Jumlah tersebut sama dengan Kecamatan Saptosari, yang berdasarkan camatnya Jarot Hadiatmojo SIP, Msi belum terlalu banyak yang ngawu-awu.

 hampir seluruh petani wilayah selatan Gunungkidul sudah mulai� menabur benih sebelum� mus Meski Belum Turun Hujan, Warga Gunungkidul Ngawu-Awu

Apa Itu Ngawu-Awu?

Tradisi ngawu-awu sudah dilakukan turun temurun. Meskipun bahaya gagal tumbuh tinggi, jikalau hujan turun tersendat-sendat dan tidak sempurna waktu, namun masyarakat sudah biasa menghadapi rujukan ngawu-awu. Mereka berspekulasi jikalau hujan turun manis akan tumbuh lebih cepat dan subur, sebaliknya jikalau hujan tersendat, harus menyulam tanaman atau tanam ulang.

” Lahan yang sudah ditaburi benih antara 80 persen hingga dengan 90 persen,� kata Camat Girisubo� Jaka Wardaya SH, Msi dan Camat Rongkop� R Asis Budiarto S.Sos dalam kesempatan terpisah, Rabu (21/10/2015). �Petani sudah biasa menyiapkan benih cadangan,� demikian Camat Girisubo Jaka Wardaya SH,Msi.

Tags: