Misteri Teror Bom Alam Sutera Telah Terkuak

Friday , 16, August 2019 Comments Off on Misteri Teror Bom Alam Sutera Telah Terkuak

Polda Metro Jaya menetapkan 1 orang tersangka dalam ledakan bom di Mall @ Alam Sutera, Tangerang pada Rabu 28 Oktober 2015. Tersangka berinisial LWK yang merupakan andal IT itu ditangkap di kediamannya di Serang, Banten. Polisi menjerat tersangka LO dengan Undang-Undang No 15 Tahun 2003 ihwal Terorisme dengan ancama eksekusi maksimal penjara seumur hidup.

Ledakan berdaya ledak tinggi itu merupakan bom jenis TATP atau triacetone triperoxide. Peledak jenis ini gampang dibuat, tetapi sangat sensitif dan labil. Bahan peledak ini masuk dalam kategori high explosive. Bom yang memakai materi tersebut gres ada 3 di dunia, termasuk ledakan di Alam Sutera menjadi yang pertama di Indonesia.

 orang tersangka dalam ledakan bom di Mall  Misteri Teror Bom Alam Sutera Telah Terkuak

Menurut Tito, LWK sering pergi ke mall tersebut. Sehingga sangat paham jalan-jalan pintas menuju ke sentra perbelanjaan ini dan tidak terdeteksi dikala membawa bom dalam perjalanan. Jajaran Polda Metro Jaya dan Detasemen Khusus 88 menangkap tersangka LWK tidak usang sehabis ledakan.

Tito menyampaikan bom yang memakai TATP terjadi di London, Inggris pada 7 Juli 2005. Sebanyak 4,5 kg materi TATP meledak di jaringan transportasi umum. Empat ledakan terjadi hampir bersamaan di 3 jalur kereta api bawah tanah dan sebuah bus di sentra Kota London. Sebanyak 52 orang meninggal dunia dan 300 lebih orang terluka.

Bom meledak di toilet laki-laki kantin karyawan yang berada di lantai LG Mall @ Alam Sutera, pada Rabu 28 Oktober 2015 sekitar pukul 11.55 WIB. Saat kejadian, para karyawan tengah menyantap makan siang. Polisi menghadirkan tersangka perkara ledakan di Mall Alam Sutera dikala menggelar konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10).

Pria berinisial LWK (29) diduga melaksanakan pengebomannya atas dasar pemerasan. Tito menuturkan dalam e-mail itu Leopard memakai nama Anonymous. E-mail itu dikirim beberapa dikala sehabis bom 9 Juli 2015 meledak. Seminggu sehabis bom 9 Juli 2015 meledak, jadinya pihak Alam Sutera mengirimkan uang Rp 750 ribu dalam bentuk Bitcoin atau uang elektronik secara online.