Petir Menyambar Pohon Kelapa, Satu Orang Terluka.

Tuesday , 16, July 2019 Comments Off on Petir Menyambar Pohon Kelapa, Satu Orang Terluka.

Petir atau halilintar yakni tanda-tanda alam yang biasanya muncul pada demam isu hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat, yang beberapa dikala lalu disusul dengan bunyi menggelegar sering disebut Guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan bunyi dan kecepatan cahaya.

Petir dianggap berbahaya lantaran mempunyai daya hancur yang luar biasa, tetapi ternyata selain menciptakan kerusakan di permukaan bumi, juga mempunyai manfaat yang sangat besar.

Petir atau halilintar yakni tanda-tanda alam yang biasanya muncul pada demam isu hujan di mana di  Petir Menyambar Pohon Kelapa, Satu orang Terluka.

Seperti yang di alami oleh Bpak semi warga dusun jetis desa Hargomulyo, kecamatan Gedangsari. terkena efek dari petir yang menyambar pohon kelapa yang berda di dekatnya. insiden ini bermula ketika bapak semi sebagai petugasa penjaga pengalihan jalur dari gedangsari menuju ke klaten. jalur ke klaten di alihkan lewat jalan desa serut. lantaran jalan gedangsari klaten sedang dalam perbaikan.

Pada sore itu datanglah hujan pertama selama demam isu kemarau tak usang lalu sehabis turun hujan datanglah petir yang pribadi menyambar pohon kelapa yang berda di pinggir jalan tepatnya berada didusun suruh. pohon kelapa yang tersambar petir terbelah di sepanjang pohon itu. dikala petir menyambar pak semi berda di akrab pohon kelapa sehingga matanya tidak bisa menahan silaunya petir� pak semi terluka di penggalan mata.

akibat luka di penggalan mata pak semi tidak bisa memandang dengan jelas, ketika memandang semua pandangan berupah menjadi warna merah. Dan jadinya pak semi di bawa kerumah sakit Nurohmah Gading, plyen Gunungkidul. opnam selama dua hari dan skarang sedang menjalani perawatan di rumah.

Namun Pihak pemborong yang pak semi ikit bekerja juga ikut bertanggung jawab atas insiden yang menimpa pak semi.� pihak pemborong� bersedia menanggung biaya pengobatan dan juga memperlihatkan uang santunan.