Taman Kuliner Wonosari Sudah Jadi, Tahun Depan Gres Relokasi

Friday , 12, July 2019 Comments Off on Taman Kuliner Wonosari Sudah Jadi, Tahun Depan Gres Relokasi

Taman Kuliner Wonosari dirancang sebagai sentra masakan Pedagang Kaki Lima (PKL). Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana menciptakan Tim Khusus untuk mendukung kelancaran relokasi pedagang kaki lima di seputaran Alun-alun Wonosari menuju ke Taman Kuliner. Salah satu kiprah dari tim ini yaitu untuk menyusun draf Peraturan Bupati sebagai payung aturan relokasi.

Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Gunungkidul Bambang Dwi Sutiyana membuktikan untuk PKL yang berada di seputar Alun-alun Wonosari dan Taman Kota memang akan diberikan daerah baru.

Taman Kuliner Wonosari dirancang sebagai sentra masakan Pedagang Kaki Lima  Taman Kuliner Wonosari Sudah Jadi, Tahun Depan Baru Relokasi

Pejabat Sekretaris Daerah Gunungkidul Supartono mengatakan, proses pembangunan taman masakan memasuki tahap akhir. Hampir 99% bangunan sudah selesai dikerjakan, dan pembangunannya tinggal menuntaskan bab halaman depan saja.

Proses pembangunan sudah dapat dikatakan selesai. Untuk ketika ini difokuskan untuk melaksanakan pemindahan pedagang dari alun-alaun menju taman kuliner.

Meski lokasi Taman Kuliner sudah jadi, upaya relokasi belum dapat dilakukan sekarang. Rencananya upaya ini gres dilakukan di awal tahun depan. Namun sebelum wacana itu dilakukan, dibentuk terlebih dahulu tim relokasi. Salah satu kiprah dari tim ini untuk menyusun draf perbup sebagai payung aturan dalam upaya pemindahan.

Relokasi PKL Ke Taman Kuliner Wonosari Baru Wacana

Meski secara regulasi sudah mempunyai perda perihal PKL, namun aturan ini masih membutuhkan aturan turunan yang dituangkan dalam perbup. Penyusunan regulasi ini dibutuhkan tidak menjadikan permasalahan ketika relokasi dilakukan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Gunungkidul, Bambang Dwi Sutiyana mengatakan, gres sebatas mendengar informasi mengenai wacana relokasi pedagang di alun-alun. Pasalnya hingga sekarang, ia mengaku belum pernah diajak bicara mengenai duduk kasus ini.

Dia mengakui tidak memermasalahkan adanya wacana relokasi. Namun ia berharap ada solusi terkait dengan pedagang yang tidak dapat masuk ke sentra taman� kuliner, alasannya keterbatasan kios dan los yang dimiliki.

�Saya berharap pemindahan ini tidak menjadikan masalah. Sedangkan untuk pedagang yang tak tertampun juga harus diperhatikan, jangan hingga kebijakan itu malah menciptakan perjuangan warga jadi mati,� tuturnya.