Tarif Tol Naik Di 15 Ruas Semenjak 1 November

Wednesday , 7, August 2019 Comments Off on Tarif Tol Naik Di 15 Ruas Semenjak 1 November

Pemerintah telah merestui kenaikan tarif 15 ruas tol mulai 1 November 2015. Keputusan tersebut menurut Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 507 /KPTS/M/2015. Kenaikan tarif masuk tol tersebut bervariasi mulai dari Rp 500 per ruas sampai Rp 6.500.

Menanggapi kenaikan tarif tol ini, pengusaha logistik menyatakan keberatannya. Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan, kenaikan tarif tol seharusnya disertai dengan perbaikan pada pelayanan jalan tol. Namun sayangnya selama ini hal tersebut tidak berjalan beriringan.

Pemerintah telah merestui kenaikan tarif  Tarif Tol Naik di 15 Ruas Sejak 1 November

Kenaikan tarif tol di 15 ruas di Indonesia dalam rupiah:

1. Tol Jakarta-Bogor-Ciawi: 8.000-8.5002. Tol Jakarta-Tangerang: 5.000-5.5003. Jalan Tol Dalam Kota Jakarta: 8.000-9.0004. Tol Lingkar Luar Jakarta: 8.000-8.5005. Tol Padalarang-Cileunyi: 8.000-8.5006. Tol Semarang Seksi ABC: 2.000-2.5007. Surabaya-Gempol: 4.000-4.5008. Palimanan-Plumbon-Kanci: 5.000-5.5009. Cipularang: 34.000-37.50010. Belawan-Medan-Tanjung Morawa: 6.000-7.00011. Serpong-Pondok Aren: 5.000-6.00012. Ujung Pandang tahap 1 dan tahap 2: 3.000-3.50013. Pondok Aren-Ulujami: 2.500-3.00014. Tol Bali Mandara: 10.000-11.00015. Tangerang-Merak: 36.000-41.500

Kenaikan tarif tol akan terus terulang setiap 2 tahun sekali, menurut Undang-undang (UU) 38 Tahun 2004 wacana Jalan. Namun kenaikan akan tetap mempertimbangkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) tol yang terus dievaluasi.

Bagian yang mengatur wacana penyesuaian tarif tol ini diatur pada Pasal 48 Ayat (1) – (5) yang mengatur secara rinci teladan pembiasaan tarif tol setiap 2 tahun yang dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Dalam Undang-undang ini dijelaskan bagaimana tata cara penerapan tarif gres jalan tol, termasuk ketentuan peraturan di bawahnya.

Berikut dasar kenaikan tarif tol menurut UU Jalan, yaitu:

(1) Tarif tol dihitung menurut kemampuan bayar pengguna jalan, besar laba biaya operasi kendaraan, dan kelayakan investasi.?(2) Tarif tol yang besarannya tercantum dalam perjanjian pengusahaan jalan tol ditetapkan pemberlakuannya bersamaan dengan penetapan pengoperasian jalan tersebut sebagai jalan tol.?(3) Evaluasi dan pembiasaan tarif tol dilakukan setiap 2 (dua) tahun sekali menurut efek laju inflasi.?(4) Pemberlakuan tarif tol awal dan pembiasaan tarif tol ditetapkan oleh Menteri.?(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tarif awal tol dan pembiasaan tarif tol sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur dalam peraturan pemerintah.

Selain UU No. 38 tahun 2004 wacana Jalan, ketentuan soal tarif tol diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 15 tahun 2005 wacana jalan tol yang lalu diubah dengan PP No.43 tahun 2013.

Tags: