Tradisi Moral Suran Di Karangwetan, Menerima Perhatian Dari Keraton Yogyakarta

Friday , 9, August 2019 Comments Off on Tradisi Moral Suran Di Karangwetan, Menerima Perhatian Dari Keraton Yogyakarta

Ditengah individualisme masyarakat Indonesia pada ketika ini bukan merupakan suatu ciri khas bangsa yang mempunyai rasa korelasi dan kekeluargaan. Namun dari semua yang terjadi atas bangsa Indonesia melalui krisis multidimensi tidak menciptakan surut masyarakat Dusun Karangwetan, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul untuk mempertahankan Tradisi mereka yang semenjak dulu dilakukan turun-menurun hingga sekarang, yaitu melakukan Upacara Tradisi Suran Ki Ageng Noto Kusumo.

Ditengah individualisme masyarakat Indonesia pada ketika ini bukan merupakan suatu ciri khas Tradisi Adat Suran Di Karangwetan, Mendapat Perhatian Dari Keraton Yogyakarta

Bagi kalangan masyarakat Karangwetan di bulan Sura terdapat suatu insiden yang mereka peringati pada setiap bulan tersebut. Yakni Upacara Tradisi Suran Ki Ageng Noto Kusumo, yang selama ini merupakan salah satu adab yang digunakan sebagai Upacara keagamaan. Hal ini sanggup dilihat dari antusiasme masyarakat yang tiba meghadiri upacara tradisi ini, baik itu dari masyarakat Karangwetan sendiri atau dari beberapa kawasan lainnya bahkan juga darimendapat perhatian dari Keraton Yogyakarta. Sebagian dari mereka yang tiba menghadiri upacara tersebut mempunyai tujuan dan maksud tertentu yang berbeda.

Ditengah individualisme masyarakat Indonesia pada ketika ini bukan merupakan suatu ciri khas Tradisi Adat Suran Di Karangwetan, Mendapat Perhatian Dari Keraton Yogyakarta

Suran Di Makam Ki Ageng Noto Kusumo

Selain Upacara Adat Suran, yang gres saja dilaksanakan pada Kamis Legi 29 Oktober lalu, dilaksanakan pula penyerahan Kekancingan dari Keraton Yogyakarta yang memutuskan areal makam Ki Ageng Noto Kusumo sebagai Suroloyo Kiageng Noto Kusumo.

Ditengah individualisme masyarakat Indonesia pada ketika ini bukan merupakan suatu ciri khas Tradisi Adat Suran Di Karangwetan, Mendapat Perhatian Dari Keraton Yogyakarta

Dalam program tersebut banyak ditampilkan banyak sekali macam kesenian yang di tampilkan dalam tradisi adab Suran tersebut. Diantaranya iringan Bregodo Wiro Wono Noto Kusumo yang beranggotakan cowok dari Karangwetan yang berjumlah 27 orang yang telah ditetapkan oleh Keraton Yogyakarta untuk mengarak gunungan.

Selain itu ditampilkan pula kesenian Reog dan Srandul yang merupakan kesenian dari Karangwetan sendiri.� Selain dari Keraton Yogyakarta, hadir pula Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, serta perwakilan Bupati Gunungkidul yang turut serta dalam upacara tersebut.

Ditengah individualisme masyarakat Indonesia pada ketika ini bukan merupakan suatu ciri khas Tradisi Adat Suran Di Karangwetan, Mendapat Perhatian Dari Keraton Yogyakarta

Tradisi Adat Suran Karangwetan ini juga diliput pribadi oleh stasiun Televisi TVRI Yogyakarta, yang nantinya akan tayang pada program Sabadesa TVRI. Tradisi adab suran ini di harapkan sanggup menjadi wadah pelestarian seni dan budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat Karangwetan. Sehingga nantinya Karangwetan sanggup dikenal oleh dunia luas sebagai kawasan yang mempunyai seni dan budaya yang kaya.