Wayang Surak, Seni Kreasi Anak Muda Gunungkidul

Friday , 23, August 2019 Comments Off on Wayang Surak, Seni Kreasi Anak Muda Gunungkidul

Jenis wayang di�Indonesia sangat beragam, masing-masing bentuk, jalan cerita, abjad maupun jenis pembuatan membuat ciri khas terhadap warisan lokal budaya yang sampai sekarang masih menjadi daya pikat bagi negara lain.

Di Gunungkidul, komunitas cowok perupa yang tergabung dalam Gunungkidul Art Project membuat jenis wayang gres yang mereka sebut wayang surak. Kata �surak� sendiri merupakan abreviasi dari �suara rakyat�. Berbeda dengan jenis wayang lainnya yang dibentuk dengan banyak sekali materi dari kulit sampai menjadi sejumlah karakter, wayang surak dibentuk dari kumpulan materi bekas yang gampang ditemui ibarat botol bekas dan koran bekas.�Kendati berasal dari materi tidak terpakai namun bentuk wayang surak tidak kalah menarik dengan wayang-wayang jenis lainnya.Jenis wayang di�Indonesia sangat bermacam-macam Wayang Surak, Seni Kreasi Anak Muda GunungkidulWayang Surak Cerminan Semangat PemudaWayang surak mencerminkan semangat cowok yang juga ingin melestarikan budaya melalui media apapun termasuk benda yang sudah tidak digunakan.

Ketika ditanya jalan dongeng dalam wayang surak, bahwa di dalamnya terdapat pesan kepada cowok perihal budaya dan kehidupan sosial. Tidak hanya itu beberapa kritik kepada pemerintah juga ditampilkan didalam pertunjukan wayang surak tersebut. Saat ini� GAP tengah mempopulerkan jenis wayang ini dengan menggelar pertunjukan wayang di beberapa cafe dan daerah berkumpul pemuda.

Bahkan wayang ini sanggup diiringi musik akustik khas remaja, hal ini dimaksudkan semoga bagaimana caranya mengajak cowok semoga suka dengan wayang jenis ini. Kritik kepada pemerintah kita hadirkan, tapi tidak berarti cowok juga diajarkan untuk bergantung kepada pemerintah. Kita memberikan hal-hal semoga cowok sanggup bersikap bijak.

Harapannya, nantinya wayang surak sanggup dikenal luas dan dipahami maksud serta tujuannya. Saat ini� sedikitnya ada tiga abjad ibarat Anoman, Shinta dan tokoh animasi anak berbentuk kumbang. Nantinya, sejumlah tokoh juga akan diciptakan untuk melengkapi koleksi wayang surak khas cowok Gunungkidul.